Feeds:
Posts
Comments

Untuk memperbaiki error ini silahkan lakukan langkah berikut.

A. Melakukan registrasi ulang service windows installer

  • Pastikan file Msiexec.exe ada di folder \windows\system32\, buka windows explorer dan pastikan file tersebut ada.
  • Lalu jalankan msiexec /unregister dari menu start – run. setelah itu jalankan msiexec /regserver. Ini fungsinya untuk melakukan restart service msiexec.
  • setelah itu kita periksa service nya windows installer di service policy windows.
    masuk ke control panel, lalu pilih Administrative tools. Pilih icon service.
    Lalu di menu service, cari Windows Installer dan double klik. Kemudian, pilih mode start-up menjadi enable atau automatic. Service status akan otomatis berubah menjadi stop apabila service tidak digunakan. 

    Service explorer

  • Apabila masih terjadi error,  coba dengan reinstall service Windows Installer.

    Download Windows Installer dari microsoft lalu ketik msiexec /unregister di start-run, lalu jalankan instalasi aplikasi Windows Installer yang sudah di download.

    From : http://networkerz.wordpress.com/2008/12/12/how-to-fix-windows-installer-service-could-not-be-accessed/

    Berikut ini adalah dialog antara seorang Tuhan dengan hamba-Nya
    Anggap saja ini terjadi di domain bawah sadar manusia, bukan di domain dunia nyata

    Tuhan : Apakah kau memanggil-Ku ?
    Hamba : Saya rasa tidak, kalau boleh tahu siapakah Anda ?

    Tuhan : Aku Tuhan, Aku mendengar doamu, jadi Aku rasa kau memanggil-Ku
    Hamba : Oh, saya hanya berdoa agar hati menjadi lebih tenang. Selama ini saya terlalu sibuk dan ada sesuatu yang mengganjal di hati.

    Tuhan : Apa yang salah dengan kesibukanmu ? Bukankah setiap makhluk-Ku mempunyai kesibukan masing-masing.
    Hamba : Saya juga tidak tahu. Bagi saya waktu untuk tenang hampir tidak ada. Dunia seperti selalu penuh dengan konflik.

    Tuhan : Tentu saja. Setiap aktivitas akan memakan waktu. Semakin banyak aktivitasmu, semakin banyak terbuang waktumu. Hanya saja jika kamu mempunyai produktivitas pada aktivitasmu, waktumu bisa lebih luang.
    Hamba : Saya mengerti hal itu, tetapi masih sulit untuk merealisasikannya. Bisakah Kau jelaskan padaku Wahai Tuhan, mengapa hidup menjadi semakin rumit dan rasa bahagia menjadi dulit ditemukan ?

    Tuhan : Yang membuat hidupmu menjadi rumit adalah karena kamu selalu menganalisis hidupmu. Hidupmu adalah hari esok yang selalu kamu khawatirkan pada hari-hari sebelumnya. Kekhawatiran ini kemudian menjadi kebiasaanmu. Akibatnya, hidupmu hampir tidak pernah bahagia.
    Hamba : Tetapi bagaimana saya tidak khawatir jika banyak sekali ketidakpastian dalam hidup ini ?

    Tuhan : Ketidakpastian adalah keniscayaan, sedangkan khawatir merupakan suatu pilihan.
    Hamba : Tetapi seringkali saya merasa “luka” karena ketidakpastian itu.

    Tuhan : “Luka” adalah keniscayaan, sedangkan menderita karena “luka” itu merupakan suatu pilihan.
    Hamba : Jika menderita itu adalah pilihan, mengapa orang-orang yang berusaha berada pada jalan-Mu selalu tampak menderita ?

    Tuhan : Samurai yang tajam berasal dari besi yang ditempa dengan panas dan lama. Mereka itu hanya melalui proses penempaan diri, bukan proses menderita. Dengan berbagai pengalaman itu, hidupnya diharapkan menjadi lebih baik mata-Ku.
    Hamba : Baiklah saya mengerti. Lalu, bagaimana ketika kesuksesan saya terasa masih jauh sedangkan di sekitar saya terlihat banyak yang dengan cepat menemui kesuksesannya ? Apa yang harus saya lakukan ?

    Tuhan : Sukses itu diukur oleh orang lain, sedangkan kepuasan itu diukur oleh dirimu sendiri. Mengetahui jalan yang sudah kamu lalui lebih memuaskanmu daripada mengetahui bahwa kamu sedang berjalan menuju tujuan. Kamu seharusnya bekerja dengan kompas, biarkan orang lain bekerja dengan jamnya. Hitunglah selalu apa yang dianugerahkan kepadamu, bukan menghitung apa yang menghilang darimu.
    Hamba : Seringkali timbul pertanyaan dalam diri mengenai siapakah saya ? dan mengapa saya di sini ? Saya tidak mampu menjawabnya.

    Tuhan : Tidak perlu mencari jawaban siapa itu kamu, tetapi tentukan saja kamu ingin menjadi apa. Tidak usah mencari maksud keberadaanmu di sini, tetapi buatlah sendiri maksud itu. Hidup bukan proses pencarian diri tetapi proses pembentukan diri.
    Hamba : Bagaimana saya bisa mendapatkan yang terbaik dialam hidup saya ?

    Tuhan : Tidak perlu terlalu menyesali apa yang sudah kamu lakukan, tanganilah yang sedang kamu hadapi sekarang dengan percaya diri, dan persiapkan masa depanmu tanpa adanya rasa takut.
    Hamba : Saya merasa bahwa doa saya sering tidak terjawab oleh-Mu, bagaimana Kau menjelaskan hal ini ?

    Tuhan : Tidak ada doa yang tidak dijawab, jika doamu belum terkabul itu berarti bahwa jawaban doamu adalah tidak. Cukup Aku yang mengetahui apa alasan dibalik jawaban itu. Percayalah pada-Ku.
    Hamba : Baiklah, terima kasih wahai Tuhan atas kesempatan yang sangat berharga ini.

    –Tulisan ini merupakan terjemahan dari postingan sebuah milis dengan modifikasi seperlunya dari penulis —

    Setiap warga negara seharusnya mempunyai hak dan kewajiban yang jelas yang harus dipatuhi. Setiap warga negara mempunyai hak untuk diperlakukan secara adil di bidang apapun. Jika haknya tidak diberikan warga negara bisa menuntut negara dengan jalur yang benar. Setiap warga negara berkewajiban untuk berlaku  sesuai dengan apa yang telah disepakati bersama. Jika kewajiban tidak dilakukan, warga negara yang bersangkutan akan dikenai sanksi yang sesuai yang telah disepakati.

    Masalah kemudian timbul ketika warga negara yang merasa haknya tidak terpenuhi tidak dapat menuntut negara dengan jalur yang benar. Masalah juga timbul ketika warga negara yang tidak melakukan kewajibannya tidak mendapatkan sanksi yang sesuai.

    Karakteristik dunia adalah tidak ada yang sempurna. Dengan demikian, masalah-masalah tersebut pasti dan selalu terjadi. Engineer selalu memodelkan masalah-masalah (kebanyakan masalah teknis) ke dalam bentuk tertentu yang kemudian dapat dicari solusinya berdasarkan teori dan algoritma yang sudah ada. Meskipun masalah negara merupakan masalah kompleks yang bukan hanya mencakup hal-hal teknis, namun cara berpikir engineering untuk mencari solusi mungkin dapat diterapkan dalam menghadapi permasalahan bangsa.

    Hal pertama yang harus dilakukan adalah memodelkan masalah dengan tepat. Dalam konteks negara, memodelkan dapat diartikan dengan mendesain suatu sistem pemerintahan yang sesuai dengan masalah dan kondisi rakyatnya. Desain suatu sistem harus jelas, detail, dan tidak ada ambiguitas si dalamnya. Setelah sistem didefinisikan, berikutnya adalah membuat protokol yang mampu menjadi sarana komunikasi antara elemen-elemen di dalam sistem tersebut. Protokol didesain sesuai dengan kebutuhan elemen-elemen di
    dalam sistem tersebut. Protokol juga didesain untuk dapat mengatasi berbagai kemungkinan yang mungkin timbul di luar kondisi normal. Dalam kaitannya dengan negara, protokol dapat disamakan dengan Undang-Undang dan berbagai macam keputusan / peraturan pemerintah. Suatu sistem layak digunakan jika sudah stabil. Oleh karena itu, sebelum digunakan, sistem harus diuji terlebih dahulu dengan sampel yang cukup untuk mewakili semua kondisi. Hal-hal yang perlu diperhatikan setelah pengujian adalah sampai sejauh mana respon sistem bergeser sesuai dengan respon semula yang diharapkan. Jika masih terlalu jauh, maka desain sistem perlu diperbaiki. Jika respon sistem sudah mendekati harapan, maka sistem ini sudah layak untuk digunakan, dan informasi pergeseran respon harus dinyatakan secara transparan.

    Layaknya dunia, manusia pun tidak ada yang sempurna. Bahkan perilaku manusia pada dasarnya tidak stabil
    dan akan menimbulkan gangguan pada sistem stabil yang sudah ada. Tetapi, selain ketidaksempurnaannya ternyata manusia adalah makhluk Tuhan yang memiliki potensi besar. Seorang manusia (dengan ijin Tuhan) bahkan mampu merubah suatu sistem dengan cepat. Jika sistem yang ada sudah terlalu rumit untuk diperbaiki, cara lain yang bisa dilakukan adalah memanfaatkan potensi yang ada pada diri manusia. Dalam konteks negara, hal ini bisa diibaratkan seorang pemimpin yang mampu melakukan manuver untuk mengatasi masalah yang ada tanpa menunggu sistem yang tampaknya bakal sangat lama untuk diperbaiki.

    Jika pemimpin ini tidak muncul juga,… only God knows what’s happened next…

    Akhir-akhir ini istilah murah dan gratis sering kita dengar/lihat. Iklan tarif seluler (baik voice, SMS, maupun GPRS) yang murah, janji cagub/cawalkot/cabup untuk memberikan pendidikan dan kesehatan yang murah, keinginan banyak pihak akan harga sembako dan BBM yang murah, adalah contoh dari beberapa jargon yang konon diidam-idamkan rakyat Indonesia saat ini. Tapi ketika saya mencoba berpikir lebih dalam tentang hal tersebut, sepertinya konsep murah dan gratis tidak selalu berdampak
    positif terhadap perkembangan bangsa kita secara keseluruhan.
    Saya akan mencoba memberikan penjelasan terhadap beberapa contoh yang berkaitan dengan murah dan gratis. Jika kita ingin BBM yang murah berarti pemerintah harus menambah subsidi BBM, khususnya yang populer di kalangan masyarakat seperti premium dan minyak tanah. Penambahan subsidi harus dilakukan karena harga minyak dunia cenderung terus mengalami peningkatan (tulisan ini tidak akan menyebut data secara kuantitatif karena ini hanyalah opini pribadi yang tidak perlu dijadikan referensi). Di sisi lain, pendapatan negara konstan (anggap saja kenaikan atau penurunannya sangat kecil dan tidak siginifikan). Hal ini berarti bahwa untuk membuat harga BBM di Indonesia tidak naik, pemerintah perlu mengorbankan pengeluaran di bidang lain untuk menutupi kebutuhan subsidi BBM. Masalahnya bidang apa yang perlu dikorbankan ??? Pendidikan ? pertahanan dan keamanan ? kesehatan ? pangan ? moneter ? atau yang lainnya ?. Tentunya pemerintah tidak bisa seenaknya mengalokasikan anggaran untuk tiap bidang pembangunan dan saya pikir semua rakyat Indonesia harus sepakat terlebih dahulu bidang apa yang seharusnya perlu diperhatikan secara khusus. Dari sini timbul masalah lagi, bisakah SEMUA rakyat Indonesia sepakat akan hal ini. Guru,dosen,mahasiswa,dan pelajar pasti tidak rela jika bidang pendidikan dialokasikan anggaran yang sedikit. TNI dan Polri pasti juga mengeluh jika anggaran Hankam dikurangi. Jika anggaran kesehatan dan pangan dikurangi, rakyat kelas ekonomi menengah ke bawah pasti akan mencak-mencak, dan demikian juga halnya untuk orang-orang yang terlibat dalam bidang pembangunan tertentu.
    Jadi menurut saya murah dan gratis bukanlah solusi untuk mengatasi masalah bangsa ini, tetapi murah dan gratis adalah suatu cara yang perlu dilakukan oleh pemerintah untuk memberi perhatian lebih kepada bidang tertentu yang dianggap penting dan mendesak. Selain itu, murah dan gratis harus tepat sasaran, jangan sampai pihak-pihak yang sebenarnya mampu, memanfaatkan situasi ini untuk mendapatkan keuntungan. Sebenarnya hal yang terbaik adalah yang adil dan wajar (termasuk harga). Adil dan wajar bukanlah sama rata tetapi sesuai dengan ‘porsinya’. Tidak ada pihak yang akan dirugikan jika semuanya berjalan dengan wajar dan tugas pemerintah (dan juga legislatif) adalah mengatur bagaimana supaya kewajaran ini dapat diwujudkan.Bukan tugas yang mudah memang, tetapi pemerintah dan legislatif sudah selayaknya ditempati oleh orang-orang yang benar-benar mampu untuk melaksanakan
    tugas ini.

    Membayangkan Masa Depan

    Setelah menginjak kuliah semester 7, sering terbayang di pikiran bagaimana kondisi masa depan saya kelak khususnya setelah diwisuda.
    Tanpa bermaksud meremehkan sulitnya Tugas Akhir dan kuliah-kuliah lain yang masih tersisa, tahun depan Insya Allah saya tidak berstatus lagi menjadi mahasiswa S1,
    atau dengan kata lain saya akan menjalani episode kehidupan baru lagi, entah itu nantinya melanjutkan studi S2, atau bekerja / berwiraswasta, atau menganggur (yang ini semua orang pasti tidak menginginkannya).
    Ada beberapa hal yang sering terbayang di benak saya, antara lain :
    1.Apakah dengan kemampuan yang saya miliki sekarang -baik pengetahuan teoritis maupun skill- sudah cukup untuk bekal mencari kerja atau bahkan menciptakan lapangan kerja sendiri ?
    2.Apakah dengan prestasi yang telah saya peroleh sekarang -baik akademis maupun lainnya- dapat membantu saya meraih beasiswa untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi?
    3.Apakah kelak saya nantinya bisa menjadi orang yang mandiri dari orang tua dan bermanfaat minimal bagi keluarga ?

    Terbesit rasa kekhawatiran di hati ketika saya menyadari bahwa ternyata kedua pertanyaan tersebut berjawabkan negatif (tidak cukup/tidak dapat).
    Namun, terkadang ada sedikit rasa optimis ketika hati beranggapan “masa’ kuliah selama x tahun di I** tidak menjamin masa depan”, meskipun anggapan itu tidak terbukti mutlak benar.
    Seringkali kita mendengar kisah sukses hidup seseorang diperoleh dengan bersusah payah dari “bawah”, dan prinsip inilah yang berusaha saya pegang dalam menghadapi hidup di dunia ini.

    Akhirnya, yang terpenting menurut saya berkaitan dengan masalah ini adalah tetap berpikir positif. Saya tidak mau terjebak oleh rasa penyesalan tentang keputusan dan apa yang telah saya lakukan sebelumnya.
    Terus hadapi saja masa depan dengan keyakinan akan kemampuan kita, dengan pandai-pandai memanfaatkan kesempatan yang ada, dan tentu saja dengan doa.
    Setiap orang pasti mempunyai rejeki masing-masing, tinggal bagaimana usaha kita untuk mengeksplorasinya.

    Bagaimana menurut Anda ? Hanya Anda sendiri masing-masing yang mempunyai jawabannya.

    Tentang Tugas Akhir

    Tugas Akhir ternyata bukanlah sesuatu yang gampang untuk dikerjakan. Demikianlah kesimpulan yang saya dapat selama menjalani proses pengerjaan TA.
    Banyak hal-hal baru yang harus dipelajari dan dikembangkan sendiri karena belum kita dapatkan sewaktu kuliah.
    Berkaitan dengan saya, TA yang sedang saya kerjakan adalah tentang pengolahan sinyal, khususnya pengolahan sinyal Ground Penetrating Radar dengan metode tertentu.
    Untuk menyelesaikan permasalahan di TA tsb, ada beberapa konsep dasar yang berguna yang pernah kita dapatkan sewaktu kuliah seperti aljabar linier dan sinyal sistem.
    Namun ada pula konsep-konsep advanced lain yang harus dipelajari dan belum pernah saya dapatkan sewaktu kuliah seperti wavelet, algoritma optimasi/minimalisasi, dan GPR.
    Inti dari TA saya ini sebenarnya kemahiran programming menggunakan MATLAB karena TA ini ditargetkan hanya sebatas simulasi,
    namun seringkali saya menemui kesulitan untuk mengaitkan simulasi dengan permasalahan yang menjadi rumusan dalam TA ini.
    Mungkin ini karena saya belum memahami konsep-konsep di atas :O, tetapi ada hal penting yang harus saya perhatikan demi kesuksesan TA ini,
    yaitu memotivasi diri untuk belajar dan menyelesaikan proses demi proses simulasinya. Semoga saja saya bisa ….Amin.

    Mencari Topik yang Pas ?

    Sudah 3 tahun lebih saya berada di kampus dan sekarang saatnya memasuki tahap Tugas Akhir (TA).
    Rencana lulus S1 tepat waktu membuat saya mau tidak mau harus menentukan topik TA sesegera mungkin.
    Saya katakan “sesegera mungkin” karena tidak ada waktu tepat batas akhir kapan harus menentukan topik TA.
    Sebenarnya sudah ada beberapa opsi topik TA yang ada di benak saya tetapi masih ada keraguan untuk memilih salah satu dan mulai “concern” di sana.
    Rasanya saya harus menimbang untung-rugi, sulit-mudah, lama-cepat, dan aspek-aspek lain sebelum menentukan topik yang pas.

    Saya kurang begitu tahu apakah keraguan ini dan sikap pilih-pilih ini termasuk suatu yang bagus (karena penuh pertimbangan) atau justru suatu yang kurang bagus (karena bimbang).
    Hati kecil membisikkan bahwa ini adalah suatu sikap yang kurang bagus namun hati besar mengatakan saya harus melakukannya dengan penuh pertimbangan demi masa depan.

    Yang jelas, dalam waktu dekat saya harus membuat keputusan apapun pertimbangannya (mudah-mudahan benar-benar pas).
    Kalau perlu melakukan “ritual pamungkas” sholat Istikharoh sebelum menentukan topik TA yang pas.

    Follow

    Get every new post delivered to your Inbox.